Vol. 14 No. 2 (2024): Maret 2024
Articles
-
Dampak psikoedukasi pada kemampuan keluarga merawat pasien gangguan jiwa di rumah
Rina Mariani Program Studi Keperawatan Kotabumi Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang IndonesiaAbstrak
Salah satu hambatan dari upaya kesembuhan pasien jiwa pasca rawat inap adalah pemahaman keluarga
dalam merawat pasien di rumah dimana perilaku keluarga mengarah pada isolasi dan pengurungan. Salah
satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan keluarga agar optimal adalah psikoedukasi keluarga. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui dampak psikoedukasi keluarga terhadap kemampuan keluarga dalam
merawat pasien gangguan jiwa di rumah. Desain penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain
pre-post test dengan kelompok kontrol melalui terapi psikoedukasi keluarga. Sampel penelitian sebanyak 22
responden kelompok intervensi dan 22 responden kelompok kontrol yang dipilih dengan teknik purposive
sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dikembangkan peneliti dan mengukur
kemampuan kognitif dan psikomotorik keluarga. Uji statistik bivariat pada penelitian ini menggunakan uji
t-independent dan t-dependent. Hasil penelitian menunjukkan lebih banyak responden berjenis kelamin
perempuan (59,1%) dibanding laki-laki, berpendidikan dasar (77,3%), dan bekerja (65,9%). Setelah
diberikan psikoedukasi pada kelompok intervensi, penelitian menunjukkan psikoedukasi berdampak
terhadap kemampuan keluarga dalam merawat pasien gangguan jiwa di rumah, p=0,000. Psikoedukasi dapat
dilakukan perawat sebagai tindakan keperawatan pada pasien gangguan jiwa setelah dirawat di rumah sakit.Pages: 98-106Views: - Downloads: -Faktor penyebab tingkat kecemasan dantingkat stres pada Anak Didik Pemasyarakatan (ANDIKPAS)
Dita Rustanti Program Studi S1 Keperawatan, STIKes Hang Tuah Pekanbaru, Indonesia Indonesia , Dewi Kurnia Putri Program Studi S1 Keperawatan, STIKes Hang Tuah Pekanbaru, Indonesia Indonesia , Sekani Niriyah Program Studi S1 Keperawatan, STIKes Hang Tuah Pekanbaru, Indonesia IndonesiaKenakalan remaja menjadi salah satu penyebab terjadinya tindakan kriminal yang dapat membawa remaja ke ranah hukum. Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) akan lebih rentan mengalami masalah kecemasan dan stres. Penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor penyebab tingkat kecemasan dan tingkat stres pada Andikpas usia 14-18 tahun. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif, lokasi penelitian di LPKA Kelas II Pekanbaru, Penelitian ini menggunakan kuesioner baku yaitu Depression Anxiety Stress Scale (DASS), dengan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata Andikpas berusia 18 tahun, responden penelitian ini berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah 57 (100%) responden, 23 responden (40.4%) tidak sekolah, jenis kasus terbanyak adalah pecelahan seksual 27 responden (47.4%), masa tahanan yang telah dijalani Andikpas rata-rata 5 bulan, 36 responden (63,2%) menyatakan bahwa tidak dapat berinteraksi dengan lingkungan luar menjadi faktor penyebab tertinggi tingkat kecemasan dan stres, untuk tingkat kecemasan 20 responden (35.1%) mengalami cemas normal, 3 responden (5.3%) ringan, 14 responden (24.6%) sedang, 9 responden (15.8%) parah dan 11 responden (19.3%) sangat parah, untuk tingkat stres 24 responden (42.1%) mengalami stres normal, 12 responden (21.1%) ringan, 17 responden (29.8%) sedang, 3 responden (5.3%) parah dan 1 responden (1.8%) sangat parah. Sehingga LPKA Kelas II Pekanbaru diharapkan dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan atau lembaga sosial untuk melaksanakan kegiatan, meningkatkan kualitas dan profesionalitas petugas pengawas dalam kegiatan pelatihan dan seminar yang berkaitan dengan pembinaan Andikpas.
Pages: 107-121Views: - Downloads: -Pengalaman perempuan menggunakan menstrual hygiene products
Masrina Munawarah Tampubolon Faculty of Nursing Universitas Riau Indonesia , Nurhannifah Rizky Tampubolon Faculty of Nursing Universitas Riau Indonesia , Karina Rizky Amelia Fakultas Kesehatan Aufa Royhan di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara IndonesiaMenstrual hygiene products merupakan alat kebersihan yang digunakan untuk menampung darah selama menstruasi. Banyaknya ragam menstrual hygiene products yang menjadi pilihan perempuan memiliki kelebihan dan kekurangannya. Pengalaman mengenai pemilihan, kenyamanan dan hal yang berkaitan dengan penggunaan menstrual hygiene products masih sangat terbatas. Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman perempuan dalam menggunakan menstrual hygiene products dengan metode kualitatif pendekatan fenomenologi. Partisipan berjumlah 7 orang dengan usia mulai dari 13 – 45 tahun, dari suku Batak Angkola, Mandailing dan Jawa dan penggunaan menstrual hygiene products sekali pakai dan pakai ulang. Pengambilan data menggunakan metode wawancara dan field note. Analisa data penelitian melalui metode Colaizzi menghasilkan 3 tema utama yaitu: 1) Ketidaknyamanan fisik dan situasional penggunaan menstrual hygiene products, Perempuan cenderung memiliki pengalaman ketidaknyamanan baik secara fisik maupun kondisional saat menggunakan pembalut sekali pakai maupun pembalut pakai ulang; 2) Upaya pemilihan dan penggunaan menstrual hygiene products yang nyaman, upaya yang dilakukan dengan mengganti-ganti merk atau bahan pembalut yang digunakan; 3) Perilaku hygiene saat menstruasi, perempuan menjaga kebersihan diri dengan mandi seperti biasa dan membuang pembalut ke tempat sampah. Edukasi yang komprehensif mengenai menstrual hygine bisa mencegah dan mengurangi pengalaman negatif perempuan selama menstruasi. Perlu pendekatan yang holistik serta keterlibatan dari berbagai pihak untuk menciptakan menstrual hygine yang sehat dan nyaman bagi setiap perempuan.
Pages: 122-131Views: - Downloads: -Pengaruh mobilisasi progresif terhadap status fungsional pasien pascabedah laparatomi
Sandra Sandra PSSK Universitas Hang Tuah Pekanbaru Indonesia , Dewi Napisa PSSK Universitas Hang Tuah Pekanbaru Indonesia , Bayu Saputra PSSK Universitas Hang Tuah Pekanbaru IndonesiaAbstrak
Laparatomi merupakan prosedur pembedahan yang melibatkan suatu insisi pada dinding abdomen. Akibat
dari prosedur pembedahan menimbulkan banyak masalah keperawatan salah satunya masalah pada
pengembalian fungsi fisik. Pengembalian fungsi fisik tersebut dilakukan segera setelah pembedahan dengan
melakukan prosedur mobilisasi progresif sesuai dengan toleransi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk
melihat pengaruh mobilisasi progresif terhadap status fungsional pasien pascabedah laparatomi. Jenis
penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Quasi eksperimental dengan pendekatan pretest-postest
design with control group. Populasi pada penelitian ini diambil berdasarkan 3 bulan terakhir periode
September-November tahun 2021 yaitu 88 pasien sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 responden
dengan teknik purposive sampling yang dibagi masing-masing dari kelompok intervensi dan kontrol. Data
analisa univariat usia dalam bentuk tendency sentral sedangkan jenis kelamin, pendidikan terakhir, diagnosa
medis dan skala nyeri dalam bentuk distribusi frekuensi. Perbedaan skor status fungsional pada kelompok
intervensi dan kontrol dilakukan dengan uji Wilcoxon, sedangkan melihat perbedaan skor status fungsional
antara kelompok kontrol dan intervensi setelah diberikan mobilisasi dilakukan dengan uji Independent t-test.
Hasil analisa menunjukkan terdapat perbedaan antara status fungsional (prestest) dan sesudah (posttest) pada
kelompok intervensi dengan nilai p-value 0.000, kelompok kontrol dengan nilai p-value 0,001, dan posttest
antara kelompok intervensi dan kontrol dengan nilai p-value 0,000 dapat disimpulkan bahwa intervensi
mobilisasi progresif efektif terhadap peningkatan status fungsional pada pasien pascabedah laparatomi.
Penelitian ini agar dapat menjadi masukan bagi bidang keperawatan dalam melaksanakan mobilisasi
progresif pada pasien post laparatomi.Pages: 174-185Views: - Downloads: -Efektifitas terapi rendam kaki air garam himalaya dan masase minyak zaitun terhadap peningkatan nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada pasien diabetes mellitus tipe 2
Mila Oktarina RSUD Arifin Achmad Indonesia , Bayhakki Universitas Riau Indonesia , Erika Universitas Riau IndonesiaAbstrak
Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan kelainan medis kronis yang ditandai dengan gangguan penggunaan
insulin dalam tubuh. Penyakit Arteri Perifer (PAD) dapat dideteksi dengan mengevaluasi Ankle Brachial
Index (ABI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas terapi rendam kaki air garam
himalaya dan masker minyak zaitun dalam meningkatkan nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada pasien yang
didiagnosis Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan
metodologi eksperimental, menggabungkan desain pre-test dan post-test. Penelitian ini menggunakan jumlah
sampel sebanyak 93 orang, yang dipisahkan menjadi dua kelompok berbeda: kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji t independen dan uji t dependen. Hasil penelitian
Menemukan perbedaan yang mencolok antara dampak terapi rendam kaki garam himalaya dan pijat minyak
zaitun terhadap nilai ABI pada pasien diabetes melitus tipe 2, dengan nilai p value 0,02. Perbedaan yang
dapat diamati muncul antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa penggunaan terapi rendam kaki garam himalaya dan pijat minyak zaitun tidak memberikan pengaruh
yang signifikan terhadap nilai ABI pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Arifin Achmad Provinsi Riau.
Hal ini diamati pada kelompok kontrol dan eksperimen.Pages: 185-193Views: - Downloads: -Pengaruh edukasi gizi berbasis tiktok terhadap kemampuan pola pemberian makanan pada anak balita dalam upaya pencegahahan stunting
Rina Delfina Universitas Bengkulu Indonesia , Sardaniah Universitas Bengkulu Indonesia , Hermansyah Universitas Bengkulu IndonesiaAbstrak
Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak ditemui di beberapa daerah di
Indonesia termasuk Provinsi Bengkulu. Hal ini sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
generasi muda ke depannya. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting salah satunya melalui
intervensi gizi kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita yang merupakan bagian dari masyarakat yang
berperan penting dalam pencegahan dan mengurangi kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi pengaruh edukasi gizi berbasis tiktok terhadap kemampuan pola pemberian makanan pada
anak balita dalam upaya pencegahahan stunting. Desain penelitian quasi eksperimen (pre-posttest design
with control group). Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Kuala
Lempuing dan Jembatan Kecil yang berjumlah 60 orang yang terbagi menjadi 30 kelompok intervensi dan
30 kelompok kontrol yang diambil secara simple random sampling. Analisis data menggunakan uji willcoxon
dan mann whitney pada α 5%. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh edukasi gizi berbasis tiktok
terhadap kemampuan pola pemberian makanan pada anak balita dalam upaya pencegahan stunting. Tiktok
dapat dijadikan sebagai media untuk menyampakan informasi kesehatan. Pemanfaatan media sosial ini dapat
digunakan sebagai alat bantu dalam mengedukasi masyarakat dan ibu dalam memahami pentingnya
mengatur pola pemberian makanan pada Balita dalam upaya pencegahan stunting.Pages: 150-158Views: - Downloads: -Hubungan lingkar perut dengan status gizi pegawai Poltekkes Kalimantan Timur
Satriani Poltekkes Kalimantan Timur Indonesia , Nur Abri Joto Poltekkes Kalimantan Timur Indonesia , Rif’atul Amini Poltekkes Kalimantan Timur IndonesiaAbstrak
Pengukuran lingkar perut digunakan untuk penapisan terhadap individu yang memiliki risiko lebih besar
terhadap penyakit kardiovaskular dan gangguan metabolisme. Gambaran seberapa banyak lemak yang
terakumulasi dalam tubuh seseorang dapat diperoleh melalui pengukuran lingkar perut. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui hubungan lingkar perut dengan status gizi pegawai Poltekkes Kalimantan Timur. Metode
penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 42
responden menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi pegawai aktif dan bersedia dilakukan
pengukuran lingkar perut sedangkan kriteria eksklusi tidak sedang dalam keadaan hamil dan mengidap asites.
Analisis data menggunakan uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan lingkar
perut terhadap status gizi pegawai Poltekkes Kalimantan Timur, pvalue=0,000 (p<0,005). Pegawai yang
memiliki lingkar perut tidak normal dan status gizi gemuk disarankan untuk menjalani pola makan sehat,
meningkatkan aktivitas fisik, serta mengonsumsi makanan gizi seimbang agar status gizi menjadi normal.Pages: 142-149Views: - Downloads: -Pendidikan Kesehatan Metode Interpersonal Meningkatkan Pemahaman Ibu Hamil Tentang Pengetahuan Baby Blues
Dwi Elka Fitri STIKes Pekanbaru Medical Center Indonesia , Isna Ovari STIKes Pekanbaru Medical Center Indonesia , Silvia Nora Anggreini STIKes Pekanbaru Medical Center Indonesia , Awaliyah Ulfah Ayu Dhyta STIKes Pekanbaru Medical Center Indonesia , Ratu Fitria Gemintang STIKes Pekanbaru Medical Center IndonesiaAbstrak
Masalah Baby Blues pada ibu hamil adalah kondisi gangguan ringan perasaan pada wanita post partum, yang
disebabkan oleh penyesuaian terhadap kelahiran bayi yang dialami oleh wanita post partum dimulai dari hari
pertama sampai pada hari ke empat belas setelah persalinan. Kondisi ini dapat bertambah serius dan bertahan
lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode interpersonal
terhadap pemahaman ibu hamil tentang pencegahan baby blues di wilayah kerja puskesmas Garuda, dengan
desain penelitian quasy experiment dengan rancangan pre and post test only. Teknik pengambilan sampel non
probability sampling dengan metode consecutive sampling dengan jumlah responden 30 orang. Alat ukur yang
digunakan adalah lembar kusioner tentang pemahaman ibu hamil terhadap Baby blues yang peneliti buat dan
telah di uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisa uji Paired Sampel T Test didapatkan bahwa ada pengaruh
pemberian pendidikan kesehatan dengan metode interpersonal tentang baby blues terhadap pemahaman ibu
hamil dimana didapatkan P-value: 0,000 (<0,05). Disimpulkan pemberian pendidikan kesehatan metode
interpersonal tentang pengetahuan baby blues dapat meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang Baby blues.
Direkomendasikan pada perawat di komunitas untuk melakukan kunjungan dan pemberian pendidikan
kesehatan kepada ibu hamil untuk mencegah terjadinya baby blues.Pages: 208-216Views: - Downloads: -Studi fenomenologi : pengalaman perawat melakukan ronde keperawatan di rumah sakit islam siti rahmah Padang
Yuanita Ananda Universitas Andalas Indonesia , Zifriyanthi Minanda Putri Universitas Andalas Indonesia , Mulyanti Roberto Muliantino Universitas Andalas Indonesia , Muthmainnah Universitas Andalas Indonesia , Edo Gusdiansyah Universitas Andalas IndonesiaAbstrak
Kualitas pemberian pelayanan keperawatan merupakan images citra dan kualitas suatu rumah sakit di mata
masyarakat. Kunjungan bangsal keperawatan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan mutu
pelayanan perawat dalam manajemen keperawatan, buruknya pengaruh kunjungan bangsal keperawatan
menjadi salah satu faktor lamanya proses penyembuhan rumah sakit dan rendahnya mutu pelayanan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman perawat melakukan putaran bangsal di RSI Siti
Rahmah Padang. Sebanyak sepuluh perawat berpartisipasi dalam penelitian deskriptif fenomenologi ini
melalui wawancara mendalam. Partisipan diperoleh melalui purposive sampling berjumlah 10 orang. Data
dianalisis menggunakan metode Collaizi. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema, yaitu (1)
Pengetahuan perawat tentang rawat inap kurang; 2) Kurangnya persiapan dalam menjalani rawat inap; 3)
Beban kerja yang berat, kurangnya pengetahuan, tidak ada kebijakan, dan rendahnya motivasi kerja
menghambat pelaksanaan keperawatan. putaran bangsal; 4) Tujuan putaran keperawatan adalah untuk
meningkatkan kemampuan perawat dan mengatasi permasalahan pasien. Hasil ini menggambarkan
pentingnya pengalaman perawat saat melakukan ronde keperawatan. Diharapkan kepada pengelola RSI Siti
Rahmah Padang untuk melakukan kontrol selama pelaksanaan ronde keperawatan agar mutu pelayanan
keperawatan dapat maksimal.Pages: 195-207Views: - Downloads: -Persepsi perawat tentang pelaksanaan discharge planning: studi fenomenologi
Raja Fitrina Lastari Universitas Hang Tuah Pekanbaru Indonesia , Siska Mayang Sari Universitas Hang Tuah Pekanbaru Indonesia , Sabrina Ellys HTB Universitas Hang Tuah Pekanbaru IndonesiaAbstrak
Perencanaan pulang pasien dilakukan secara dini dapat mempersingkat lamanya perawatan pasien di rumah
sakit, dapat memberikan dampak pada penurunan anggaran biaya rumah sakit, dapat menurunkan angka
kekambuhan setelah mereka pulang dari rumah sakit, dan intervensi rencana pulang dilakukan dengan tepat
waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi perawat dalam melaksanakan discharge planning
pada pasien di ruang rawat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi.
Subjek pada penelitian berjumlah 8 partisipan, yaitu perawat yang bertugas di ruangan yang diambil dengan
teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam kemudian dianalisa
menggunakan teknik Collaizi. Hasil Penelitian ini ditemukan empat tema yang diperoleh dari hasil
wawancara. Didapatkan tema pertama yaitu tugas perawat dalam pelaksanaan discharge planning yang
dibahas terkait peran dan tanggung jawab perawat dalam pelaksanaan discharge planning. tema kedua yaitu
konsep discharge planning yang dibahas terkait tujuan dan manfaat pelaksanaan discharge planning. Tema
ketiga yaitu pelaksanaan discharge planning yang dibahas terkait prosedur discharge planning. Terakhir tema
keempat yaitu faktor yang mempengaruhi pelaksanaan discharge planning yang dibahas terkait faktor dari
perawat dan faktor dari pasien/keluarga. Penelitian ini merekomendasikan kepada pihak Rumah Sakit untuk
dapat memberikan penyegaran tentang discharge planning untuk meningkatkan pengetahuan perawat dalam
melaksanakan discharge planning.Pages: 132-141Views: - Downloads: -Pengalaman keluarga dalam merawat remaja putri yang mengalami obesitas di kota Pekanbaru
Ari Pristiana Dewi Universitas Andalas Indonesia , Nur Indrawati Lipoeto Universitas Andalas Indonesia , Adang Bachtiar Universitas Indonesia Indonesia , Amel Yanis Universitas Andalas IndonesiaAbstrak
Obesitas merupakan masalah kesehatan yang sensitif bagi remaja putri karena mengakibatkan permasalahan
fisik dan psikis. Keluarga sebagai sistem pendukung terdekat anak merupakan unsur yang berpengaruh dalam
menjalankan fungsi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman keluarga dalam merawat
remaja putri yang mengalami obesitas di Kota Pekanbaru. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan desain
deskripsi fenomenologi. Partisipan penelitian sejumlah 6 orang ibu dari remaja putri yang mengalami obesitas
di Kota Pekanbaru. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data
yang digunakan adalah wawancara mendalam. Data dianalisis menggunakan analisa Colaizzi. Hasil penelitian
menunjukkan terdapat 5 tema mengenai fungsi kesehatan keluarga antara lain mengenal masalah kesehatan
keluarga, memutuskan tindakan kesehatan keluarga, melakukan perawatan kesehatan keluarga, memodifikasi
lingkungan perawatan kesehatan keluarga, serta pemanfaatan pelayanan kesehatan keluarga. pada
kesimpulannya pencegahan obesitas pada anak dan remaja merupakan upaya holistik yang melibatkan
keluarga, lingkungan sekitar, serta pelayanan kesehatan sebagai satu kesatuan yang saling mendukung untuk
mencapai kesehatan yang optimal.Pages: 142-159Views: - Downloads: -Additional Menu
Information
Visitor
Copyright of Jurnal Ners Indonesia (pISSN: 2087-2763, eISSN: 2685-3116)
Jurnal Ners Indonesia published by Fakultas Keperawatan, Universitas Riau. JNI is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Office :
Fakultas Keperawatan Universitas Riau.
Kampus Bina Widya, Gedung Health Study ComplexJl. HR. Soebrantas, KM 12,5
E-mail : jni@ejournal.unri.ac.id



