Vol. 12 No. 1 (2021): September
Articles
-
PERBEDAAN PENGARUH BACK MASSAGE DAN WOOLWICH MASSAGE TERHADAP PENGELUARAN AIR SUSU IBU
Nur Asmita Rahma Nasution Fakultas Keperawatan Universitas Riau Indonesia , Oswati Hasanah Fakultas Keperawatan Universitas Riau Indonesia , Rismadefi Woferst Fakultas Keperawatan Universitas Riau IndonesiaPengeluaran ASI yang tidak lancar bisa menghambat proses menyusui. Beberapa cara yang dapat digunakan sebagai terapi non farmakologis untuk melancarkan pengeluaran ASI adalah dengan memberikan back massage dan woolwich massage karena pemijatan tersebut dapat merangsang pengeluaran hormon oksitosin dan hormon prolaktin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh back massage dan woolwich massage terhadap pengeluaran ASI. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru menggunakan metode Quasy Experiment dengan rancangan pre and post test without control group. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive sampling yaitu ibu postpartum yang menyusui bayi usia 2-8 minggu. Jumlah sampel penelitian sebanyak 34 responden dibagi menjadi 17 responden untuk kelompok back massage dan 17 responden untuk kelompok woolwich massage. Kelompok back massage maupun kelompok woolwich massage diberikan massage selama 15 menit dan dilakukan 3 sesi dalam seminggu. Alat ukur pengeluaran ASI menggunakan indikator pengeluaran ASI pada lembar observasi. Hasil analisis univariat didapatkan 91,2% responden berusia 20-35 tahun, 55,9% responden berada pada tingkat pendidikan SMA, dan 52,9% responden tidak bekerja. Berdasarkan analisis lebih lanjut menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney didapatkan ada perbedaan pengaruh yang
signifikan antara back massage dan woolwich massage terhadap pengeluaran air susu ibu dengan p value 0,013 < α (0,05) dimana back massage lebih besar pengaruhnya daripada woolwich massage terhadap pengeluaran ASI (2,00). Back massage and woolwich massage dianjurkan untuk digunakan dalam mengatasi masalah pengeluaran ASI.Pages: 1-9Views: - Downloads: -RANCANG BANGUN APLIKASI PERENCANAAN PULANG MODEL LIMA BERBASIS WEB
Eka Yulia Fitri Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Indonesia , Dhona Andhini Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Indonesia , Dian Wahyuni Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya IndonesiaPerencanaan pulang yang efektif mencakup pengkajian berkelanjutan untuk mendapatkan
informasi yang komprehensif tentang kebutuhan pasien, pernyataan diagnosa keperawatan,
dan perencanaan untuk memastikan kebutuhan pasien yang sesuai. Kesuksesan tindakan
perencanaan pulang adalah menjamin pasien mampu melakukan tindakan perawatan lanjutan
yang aman dan realistis setelah meninggalkan rumah sakit. Pelaksanaan perencanaan pulang
oleh perawat harus dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan berkolaborasi multidisiplin
antar profesional pemberi layanan kesehatan. Namun, saat ini perencanaan pulang yang
dilaksanakan belum maksimal, tidak efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pemberian
perencanaan pulang bagi pasien. Penelitian ini bertujuan merancang bangun aplikasi
perencanaan pulang model LIMA yang dapat membantu perawat dalam memberikan
perencanaan pulang bagi pasien. Pengembangan aplikasi berbasis web yang diakses oleh
perawat pada saat proses perencanaan pulang. Desain penelitian adalah penelitian rancang
bangun mengembangkan aplikasi perencanaan pulang LIMA berbasis web. Melalui aplikasi
perencanaan pulang model LIMA berbasis web dapat mempermudah koordinasi dan
komunikasi antar profesional pemberi asuhan dalam melakukan perencanaan pulang kepada
pasien dan keluarga.Pages: 10-21Views: - Downloads: -BEBAN FAMILY CAREGIVER DALAM MERAWAT PASIEN KANKER STADIUM LANJUT
Yulia Rizka Faculty of Nursing Universitas Riau Indonesia , Erwin Faculty of Nursing Universitas Riau Indonesia , Yessi Hasneli Faculty of Nursing Universitas Riau Indonesia , Nila Putriana Faculty of Nursing Universitas Riau IndonesiaFamily caregiver memberikan perawatan suportif bagi anggota keluarganya yang menderita kanker dan terlibat dalam banyak aspek perawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan beban family caregiver saat merawat pasien kanker stadium lanjut. Penelitian deskriptif dengan pendekatan crosssectional dan teknik purposive sampling, sehingga didapatkan 75 family caregiver sebagai sample. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen yang telah valid, yaitu Caregiver Reaction Assessment (CRA) di Rumah Sakit Umum Daerah di Pekanbaru tahun 2019. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan beban family caregiver. Analisis univariat menunjukkan bahwa rata-rata usia family caregiver adalah 36 tahun, didominasi oleh perempuan (52%). Sebagian besar family caregiver memiliki pengalaman sebelumnya dalam merawat orang sakit (60%). Mayoritas family caregiver mendampingi pasien kanker selama <12 bulan (56%). Rata-rata beban family caregiver selama merawat pasien kanker adalah 2,25 yang berarti mereka merasa sedikit terbebani. Identifikasi dini diperlukan untuk mencegah penurunan kualitas hidup family caregiver.
Pages: 22-28Views: - Downloads: -GAMBARAN PERUBAHAN AKTIVITAS DAN DIET PADA PASIEN POST KATETERISASI JANTUNG
Essa Widya Pertiwi Faculty of Nursing Universitas Riau Indonesia , Erwin Faculty of Nursing Universitas Riau Indonesia , Wan Nishfa Dewi Faculty of Nursing Universitas Riau IndonesiaTujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran perubahan aktivitas dan diet pada pasien post
kateterisasi jantung. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Metode pengambilan sampel adalah accidental sampling dengan jumlah responden 30 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang telah di uji konten validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian ini
menunjukkan adanya perubahan aktivitas sebelum dan setelah melakukan tindakan kateterisasi jantung terkait pola dan intensitas aktivitas serta diet. Sebelum kateteriasasi jantung aktivitas terkait pola aktivitas dasar adalah ketergantungan berat (50%) dan setelah kateteriasi jantung menjadi mandiri (100%). Intensitas aktivitas sebelum dan setelah kateterisasi adalah intensitas rendah dengan persentase sebelum melakukan tindakan kateterisasi jantung (56,7%) dan setelah kateterisasi (100%). Diet makanan berkolesterol sebelum kateterisasi 3-6x/minggu (56,7%) dan setelah kateteriasi jantung 2x/bulan (80%). Konsumsi makanan berserat sebelum dan setelah melakukan kateterisasi jantung adalah 3-6x/minggu dengan persentase sebelum kateterisasi jantung (46,7%) dan setelah kateterisai jantung (73,3%). Konsumsi makanan berprotein nabati sebelum dan setelah kateterisasi jantung adalah 3-6x/minggu dengan persentase sebelum kateterisasi (46,7%) dan setelah kateterisasi (56,7%). Konsumsi makanan bervitamin sebelum kateterisasi adalah 1-2x/minggu (76,7%) dan setelah kateterisasi 3-6x/minggu (60%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk penderita penyakit jantung koroner agar dapat memanajemen aktivitas dan diet sehingga terdapat perubahan dalam aktivitas dan diet tersebut.Pages: 29-41Views: - Downloads: -PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI AUDIOVISUAL TERHADAP MOTIVASI REMAJA DALAM UPAYA PENCEGAHAN HIV/AIDS
Arif Wira Dinata Faculty of Nursing Universitas Riau Indonesia , Gamya Tri Utami Faculty of Nursing Universitas Riau Indonesia , Reni Zulfitri Faculty of Nursing Universitas Riau IndonesiaPendidikan kesehatan merupakan suatu cara untuk mempengaruhi seseorang dengan memberikan informasi dan memberikan kesadaran untuk dapat mengadopsi dan berperilaku sehat yang dapat meningkatkan derajat kesehatannya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian intervensi keperawatan berupa pendidikan kesehatan melalui media audiovisual terhadap motivasi remaja dalam pencegahan HIV/AIDS di SMA Negeri 9 Kota Pekanbaru dengan menggunakan desain quasy experiment melalui pendekatan non-equivalent control group. Teknik pengambilan sampel dengan cara stratified random sampling dengan jumlah responden 90 orang dan dibagi 2 kelompok, 45 orang kelompok eksperimen dan 45 orang kelompok kontrol dengan alat ukur kuesioner yang telah valid dan reliabel. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon dan T Independent. Hasil analisis univariat diperoleh sebagian besar umur responden 16 tahun sebanyak 43 orang (47,8%), mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 59 orang (65,6%), mayoritas beragama Islam sebanyak 79 orang (87,8%), dan seluruh responden tinggal bersama keluarga sebanyak 90 orang (100%). Analisis bivariat menunjukkan pendidikan kesehatan melalui audiovisual berpengaruh terhadap motivasi remaja dalam upaya pencegahan HIV/AIDS dengan p value (0,000) < α (0,05). Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan terhadap peningkatan motivasi remaja untuk mencegah terinfeksi HIV/AIDS.
Pages: 42-50Views: - Downloads: -ANALISIS DAMPAK KABUT ASAP KARHUTLA TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN FISIK
Putra Mulia Faculty of Nursing Universitas Riau Indonesia , Novrizal Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Riau Indonesia , Wan Nishfa Dewi Faculty of Nursing Universitas Riau IndonesiaKebakaran hutan dan lahan di Indonesia pada tahun 2019 telah menyebabkan bencana kabut asap dan kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kesehatan fisik akibat bencana kabut asap. Data yang dikumpulkan adalah data harian ISPU dan kunjungan pasien ke Puskesmas dengan keluhan ISPA, asma, iritasi mata, iritasi kulit dan diare akibat kabut asap, selama periode Karhutla tahun 2019. Metode analisis gangguan kesehatan fisik menggunakan korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan ISPU tertinggi yaitu 374 (sangat tidak sehat). Hasil penelitian menunjukkan kadar ISPU terhadap penyakit asma (p = 0,000), ISPA (p = 0,000), pneumonia (p = 0,005), iritasi mata (p = 0,000), iritasi kulit (p = 0,001) dan diare (p= 0,002), sehingga dapat disimpulkan bahwa kadar ISPU berhubungan signifikan dengan gangguan kesehatan fisik. Disarankan kepada peneliti selanjutnya, perlu melakukan studi cohort lanjutan terkait dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap gangguan kesehatan fisik.
Pages: 51-66Views: - Downloads: -PENILAIAN KINERJA DOSEN DALAM BIMBINGAN SKRIPSI
Siska Mayang Sari Program Studi S1 Keperawatan, STIKes Hang Tuah Pekanbaru, Indonesia Indonesia , Ennimay Program Studi S1 Keperawatan, STIKes Hang Tuah Pekanbaru, Indonesia IndonesiaTenaga dosen sebagai salah satu komponen penting dalam Pendidikan Tinggi memiliki tugas dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi salah satunya adalah membimbing tugas akhir/ skripsi dalam komponen melaksanakan pengajaran dan pendidikan. Skripsi merupakan tugas akhir yang harus diselesaikanmahasiswa pada program sarjana sebagai syarat memperoleh gelar Sarjana Keperawatan (S.Kep). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penilaian kinerja dosen dalam bimbingan skripsi dengan kualitas skripsi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik, dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh lulusan S.Kep tahun ajaran 2019/2020 dan 2020/2021 yang masih terdaftar menjadi mahasiswa Ners yang berjumlah 77 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total Sampling. Cara pengumpulan data menggunakan kuisioner dan telusur dokumen Skripsi pada prodi S1 Keperawatan. Analisis data menggunakan bivariat menggunakan Chi-Square. Hasil uji statistic didapatkan p-value 0,219 (>0,05) yang bermakna tidak terdapat hubungan antara kinerja dosen dalam bimbingan skripsi dengan kualitas skripsi mahasiswa berdasarkan persepsi mahasiswa. Meskipun demikian, diharapkan kepada prodi S1 Keperawatan STIKes Hang Tuah Pekanbaru untuk menerapkan penilaian kinerja dosen dalam bimbingan skripsi sebagai salah satu upaya evaluasi bimbingan skripsi dan kinerja dosen.
Pages: 67-79Views: - Downloads: -ANALISIS HUBUNGAN HIGIENE PERSEORANGAN DAN SANITASI TERHADAP PENYAKIT KULIT PADA ANAK BOARDING SCHOOL
Nur Azima Faculty of Nursing Universitas Riau Indonesia , Rahman Karnila Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Riau Indonesia , Bayhakki Fakultas Keperawatan Universitas Riau IndonesiaHigiene merupakan upaya kesehatan masyarakat untuk melindungi, serta memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perseorangan dengan tujuan memberi dasar-dasar kelanjutan hidup yang sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan personal higiene dengan penyakit kulit pada anak boarding school, menganalisis hubungan sanitasi dengan penyakit kulit pada anak boarding school, dan menganalisis hubungan ekonomi dengan penyakit kulit pada anak boarding school. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study, alat yang digunakan kuesioner, analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat, bivariat dan multivariat. Jumlah Sampel dalam penelitian ini adalah 270 santri pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling. Hasil penelitian ini diperoleh nilai higiene perseorangan 0,000 (p < 0,05) dengan nilai OR 4,706, nilai sanitasi 0,000 (p < 0,05) dengan nilai OR 0,312 dan nilai ekonomi 0,000 (p < 0,05) dengan nilai OR 6,953. Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan ketiga variabel tersebut terhadap penyakit kulit. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan higiene perseorangan, sanitasi dan ekonomi terhadap penyakit kulit pada anak boarding school.
Pages: 80-91Views: - Downloads: -PENGARUH TERAPI BERMAIN TERHADAP PERILAKU KOOPERATIF ANAK SELAMA TINDAKAN PROSEDUR INVASIF: LITERATURE REVIEW
Nur Rahmah Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Universitas Hasanuddin. Indonesia , Tuti Seniwati Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Universitas Hasanuddin. Indonesia , Bahtiar Bahtiar Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Keperawatan, Universitas Hasanuddin. IndonesiaRawat Inap seperti pelaksanaan prosedur invasif dapat mengganggu kehidupan anak dan menimbulkan perasaan seperti kecemasan, ketakutan dan perilaku tidak kooperatif. Salah satu intervensi keperawatan untuk meminimalisir dampak hospitalisasi pada anak usia 3-6 tahun yaitu dengan memberikan terapi bermain. Untuk mengetahui adanya pengaruh terapi bermain terhadap perilaku kooperatif anak selama tindakan invasif. Rancangan yang digunakan adalah Literature review. Studi Literature review ini berdasarkan PRISMA checklist. Pencarian artikel melalui 6 database. PubMed, SciELO, Science Direct, DOAJ, Portal Garuda, dan Wiley Online Library. Kata kunci yang digunakan saat pencarian berdasarkan database MeSH Term. Dari 12.102 artikel dari tahun 2010-2020 yang diidentifikasi didapatkan sebanyak 11 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian tentang pengaruh terapi bermain terhadap perilaku kooperatif anak selama tindakan prosedur invasif menunjukkan bahwa terdapat 9 studi eksperimen dan 2 studi kuantitatif yang direview. Studi dilakukan di beberapa negara di dunia: 9 studi dilakukan di Indonesia, dan 2 studi di Brazil. Populasi yang diteliti adalah anak berumur 3-6 tahun. Namun paling banyak ditemui dalam literature review ini anak dengan jenis kelamin perempuan dan berusia 4 tahun. Sebagian besar penelitian menunjukkan intervensi dengan terapi bermain dapat meningkatkan perilaku kooperatif dan penerimaan prosedur invasif. Terapi bermain memiliki manfaat pada anak-anak yang menjalani perawatan di rumah sakit dan berpengaruh terhadap perilaku kooperatif anak selama tindakan invasif.
Pages: 92-103Views: - Downloads: -Additional Menu
Information
Visitor
Copyright of Jurnal Ners Indonesia (pISSN: 2087-2763, eISSN: 2685-3116)
Jurnal Ners Indonesia published by Fakultas Keperawatan, Universitas Riau. JNI is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Office :
Fakultas Keperawatan Universitas Riau.
Kampus Bina Widya, Gedung Health Study ComplexJl. HR. Soebrantas, KM 12,5
E-mail : jni@ejournal.unri.ac.id



