VALIDITAS GELOMBANG FREKUENSI TANGISAN BAYI SEBAGAI ALAT UKUR NYERI SAAT PENYUNTIKAN IMUNISASI

Penulis

  • Sekar Lia Alpriani Nursing faculty university of riau
  • Riri Novayelinda Universitas Riau
  • Rismadefi Woferst Universitas Riau

Kata Kunci:

Frekuensi suara(Hertz), infant, imunisasi, skala MBPS, validitas.

Abstrak

Menangis merupakan salah satu bentuk komunikasi bayi dengan orang di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui dan menilai validitas frekuensi (hertz) tangisan bayi saat nyeri sehingga dapat ditetapkan
sebagai standar penilaian nyeri pada bayi saat imunisasi. Penelitian ini merupakan studi observasional
dengan jumlah responden sebanyak 72 orang bayi menurut kriteria inklusi, yang berada di Puskesmas
Harapan Raya, Puskesmas Limapuluh, dan Puskesmas Rejosari. Alat untuk mengukur nilai gelombang
frekuensi tangisan bayi adalah Speech Analyze dengan Modified Behavioral Pain Scale (MBPS) sebagai
standar untuk mengukur nyeri pada bayi. Analisis yang digunakan ialah uji diagnostik kurva ROC,
sensitivitas, spesifisitas, dan analisis concurrent dengan uji somers’D. Gelombang frekuensi tangisan bayi
memiliki tingkat nilai validitas 75%; dan p value (0.000) <0.001; CI 0.629 – 0.878 (95%) dengan sensitivitas
76% dan spesifisitas 71% disertai analisis concurrent dengan uji somers’D bernilai sedang/baik (r tabel =
0.04 dan p value (0.003) <0.05 dinyatakan valid untuk digunakan sebagai alat ukur nyeri serta dapat
menjelaskan arah korelasi dan kekuatan korelasi antara variabel MBPS terhadap gelombang frekuensi
tangisan bayi. Penentuan titik potong (cut off point) dalam sensitivitas dan spesifisitas yang telah dilakukan
dalam uji somers’D diperoleh hasil nilai frekuensi yang menyatakan nilai nyeri dalam frekuensi ≤ 277.14
(ringan), 278 - 394.86 (sedang), dan ≥ 394.86 (berat). Penelitian ini direkomendasikan sebagai standar acuan
untuk mengukur nyeri pada bayi saat imunisasi sehingga dapat dilakukan manajemen nyeri.

Biografi Penulis

Sekar Lia Alpriani, Nursing faculty university of riau

Nursing faculty

Referensi

Adhikari, S., Biswas, K.A., Ghosal, B., Sahoo, & Shavanas. (2014). Validity and Reability of Acute Pain in infants. International Journal of interdisciplinary research and innovations,vol 2, issue 3, pp (65-72). Diperoleh tanggal 16 januari 2019. http://www.researchpublish.com.

Mendhakar, M.A., Sreedevi, N., Arun, K., & Shanbal, J. (2019). Infant Screening System Based on cry Analysis. International Annals of science, 6 (1) 1-7. Diperoleh tanggal 16 januari 2019. http:// doi.org/10.21467/ias.6.1.1-7.

Azizah, N. (2016). Pengaruh Bola Bobhat Terhadap Score Nyeri Pada Bayi Usia 9-12 Bulan Saat Imunisasi di Puskesmas Ciputat Tangerang Selatan, Skripsi FKIK UIN Jakarta.

Daga, R. P. & Panditrao, M. (2011). Acoustical Analysis Of Pain Cries’ In Nonates: Fundamental Frequency. Journal Of Computer Aplications On Eleetronic, Information And Communication Engineering, 3, 1-4. Diperoleh tanggal 16 januari 2019.Http://research.ijcaonline.org/iceice/number3iceice022.pdf

Dahlan, M. S. (2009). Besar sampel dan Cara Pengambilan Sampel. Jakarta: Salemba Medika

Dinas kesehatan Provinsi Riau. (2018). Profil kesehatan Provinsi Riau. Http://www.dinkes-Riau.go.id.

Goldson, E. & Reynold, A. (2011). Child Development and Behavioral.

Hogan, M. E. (2011). Reducing pain in four to six-month old infant Undergoing Immunization using A Multi –Modal Approach. Department of Pharmaceutical SciencesUniversity of Toronto. Diperoleh 02 februari 2019.http:// tspace.library.utoronto.ca/bitstream/1807/29558/6Hogan_MaryEllen_201106_MSc_thesis.pdf

Taddio, A., Hogan, M.E., Moyer, P., Girgis, A., Gerges, A., Wang, L., & Ipp, M. (2011). Evaluation of reability, validity and practicially of 3 measure of acute pain in infant undergoing immunization injection. Journal Vaccine, 29, 1390-1394. Diperoleh tanggal 19 januari 2019. https://www.pediatricnursing.org/cms/10.../mmc1.docx. DOI: 10.1016/j.vaccine.2010.12.051

Kyle, T. & Charman, S. (2013). Buku Ajar keperawatan Pediatri. (Ed.2 vol.2 hlm). Jakarta: EGC, 2014

Lei, G., Ning, M., Hongzhi, Y., & Yonghong, L. (2013). Pitch analyses of infant crying. International journal of Digital Content Technology and It Application, 7 (6) 1072-1079. Diperoleh tanggal 19 Januari 2019. http://www.globalcis.org/dl/citation.html?id=JDCTA-2969&Search=&op=Title

Mittal, V.K. (2016). Discriminating the Infant Cry Sound Due to Pain vs. Discomfort Toward Assited Clinical Diagnosis. SLPAT 2016 workshop on Speech and Languague Processing for Assitive Technologies. Diperoleh tanggal 16 januari 2019.http://www.researcggate.net/publication/316487662_Discriminating_ the_Infant_Cry_Sound_Due_to_Pain_vs._Discomfort_Toward_Assited_Clinica_l Diagnosis.

Renovaldi, D. Noyelinda. R., & Rahmalia, S. (2014). Perbandingan validitas alat ukur nyeri antara self-report pain scale dan observational pain scale pada nyeri akut anak usia 3-7 tahun, skripsi FIK UNRI. Pekanbaru.

Riddle, P.R., Gennis, H., Tablon, P., Greenberg, S. & Garfield, H. (2018). Developing a measure of distress-promoting parent behaviors during infant vaccination: Assesing reability and validity. Canadian journal of pain. Vol 2, No 1, (135-144). Diperoleh 11 februari 2019. https://doi.org/10.1080/24740527.2018.1471325.

Sisfiani, S., Moningka, L., & Jansen, A. (2015). Gambaran Respon Perilaku Nyeri Bayi Pada Pemberian Suntikan Imunisasi Dasar Di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. JUIPERDO, VOL 4, N0. 1 Maret 2015. Diperoleh tanggal 20 januari 2019. http://neliti.com/id/journals/jupeirdo.

Wong, D.L. (2009).Buku Ajar Keperawatan Pediatri. (Ed.6 vol 1 hlm109- 146). Jakarta: EGC.

Unduhan

Diterbitkan

2022-10-12

Cara Mengutip

Alpriani, S. L., Novayelinda, R., & Woferst, R. (2022). VALIDITAS GELOMBANG FREKUENSI TANGISAN BAYI SEBAGAI ALAT UKUR NYERI SAAT PENYUNTIKAN IMUNISASI. Jurnal Ners Indonesia, 13(1). Diambil dari https://jni.ejournal.unri.ac.id/index.php/JNI/article/view/8009

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

> >>