GAMBARAN PENANGANAN PERTAMA KEJANG DEMAM YANG DILAKUKAN IBU PADA BALITA

Hutri Engla Resti, Ganis Indriati, Arneliwati Arneliwati

Abstract


Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh yang disebabkan oleh proses ekstrakranium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penanganan pertama kejang demam yang dilakukan ibu pada balita di wilayah Puskesmas Rawat Inap Tenayan Raya dan Simpang Tiga. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Penelitian ini dilakukan pada 52 orang ibu sebagai sempel yang diambil dari teknik non probability sampling dengan jenis total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa sebagian responden telah melakukan penanganan pertama kejang demam yang terdiri dari bersikap tetap tenang dan  tidak panik (90,4%), tidak melonggarkan pakaian anak (86,5%), memiringkan kepala anak (69,2%), memasukkan sesuatu kedalam mulut anak  (75,0%), tidak mengukur suhu tubuh anak (84,6%), tidak mencatat lama kejang (92,3%), menyingkirkan benda tajam (71,2%), tidak memberikan diazepam rektal (82,7%) dan membawa anak ke dokter atau puskesmas (100,0%). Hasil penelitian ini merekomendasikan agar tenaga kesehatan khususnya perawat dapat meningkatkan promosi kesehatan tentang penanganan pertama kejang demam dengan cara memberikan pendidikan kesehatan atau memberikan leaflet.


Keywords


balita; kejang demam; penanganan pertama

Full Text:

PDF

References


Arifuddin, A. (2016). Analisis faktor risiko kejadian kejang demam di ruang perawatan anak rsu anutapura palu. Jurnal Kesehatan Tadulako Vol, 2(2), 1-72. Diunduh tanggal 22 Mei 2019 dari http://jurnal.untad.ac.id.

Chomaria, N. (2013). Tumbuh kembang anak usia 0-5 tahun. Surakarta: Cinta.

Fauzia, N. A. Pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu mengenai kejang demam di Puskesmas Ciputat Timur 2012. Medika Islamika. Diunduh tanggal 15 Mei 2019 dari http://uinjkt.ac.id.

Fida & Maya. (2012). Pengantar ilmu kesehatan anak. Jogjakarta: D-Medika.

Fuadi, F., Bahtera, T., & Wijayahadi, N. (2016). Faktor risiko bangkitan kejang demam pada anak. Sari Pediatri,12 (3), 143-150. Diunduh tanggal 06 Januari 2019 dari http://www.saripediatri.org.

Ikatan Dokter Anak Indonesia, (2013). Konsensus penatalaksanaan kejang demam. Jakarta: Badan Penerbit IDAI.

Indrayati, N., & Haryanti, D. (2019). Gambaran kemampuan orangtua dalam penanganan pertama kejang demam pada anak usia toddler. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 9(2), 149-154. Diunduh tanggal 16 Juni 2019 dari jurnal http://jurnal.stikeskendal.ac.id.

Nindela, R., Dewi, M. R., & Ansori, I. Z. (2014). Karakteristik penderita kejang demam di instalasi rawat inap bagian anak rumah sakit Muhammad Hoesin Palembang. Jurnal kedokteran kesehatan: Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, 1(1), 41-45. Diunduh tanggal 12 Mei 2019 dari http//ejournal.unsri.ac.id

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Riyadi, S., & Sukarmin. (2013). Asuhan keperawatan pada anak. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tarigan, T., Chairul, A. H., & Syamsidah, L. (2007). Pengetahuan, sikap dan perilaku orang tua tentang kejang demam dan pentingnya edukasi oleh dokter. Sari Pediatri, 8 (3), 27-31. Diunduh tanggal 22 Januari 2019 dari http://saripediatri.org.

Wibisono, A. (2015). Asuhan keperawatan pada an. M dengan kejang demam di Ruang Mawar RSUD Banyudono. Jurnal Kesehatan. Diunduh tanggal 11 Februari darihttp://jurnal.ums.ac.id

Wong, L., Donna. (2009). Buku ajar keperawatan pediatric Wong, Ed. 6, Vol.2. Jakarta: Buku Kedokteran




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/jni.10.2.238-248

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Ners Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.