FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SELF EFFICACY PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER SETELAH PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION

Qodri alamsyah, Wan Nishfa Dewi, Wasisto Utomo

Abstract


Self efficacy adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuannya demi mencapai tujuan yang diinginkannya. Self efficacy pada penyakit jantung koroner setelah Percutaneous Coronary Intervention memiliki tiga faktor yaitu faktor keluarga, sosial, dan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor keluarga, sosial dan fisik terhadap self efficacy pasien penyakit jantung koroner setelah Percutaneous Coronary Intervention. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 40 pasien yang diambil berdasarkan kriteria inklusi dengan menggunakan teknik purposive sampling penelitian ini menggunakan uji chi square untuk melihat pengaruh suma faktor terhadap self efficacy. Hasil uji korelasi antara aspek keluarga terhadap self efficacay didapatkan p value (0,001) < alpha (0,05), aspek sosial terhadap self efficacy didapatkan p velue (0,007) < alpha (0,05), dan aspek fisik terhadap self efficacy didapatkan p velue (0,007) < alpha (0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan kepada pasein penyakit koroner setelah Percutaneous Coronary Intervention melibatkan keluarga, sosial serta fisik yang baik untuk meningkatkan self efficacy dalam meningkatkan kualitas hidup.


Keywords


Aspek keluarga; Aspek fisik; Aspek sosial; Self fficacy; Penyakit jantung koroner; Percutaneous Coronary Intervention

Full Text:

PDF

References


Al-Kahfi, R., Marlina & Plimbo, A. (2016). Pengaruh efikasi diri dan dukungan keluarga terhadap pencegahan kaki diabetik pada pasien rawat jalan diabetes militus tipe 2 di RSUD Dr. J. Movh. Ansari Saleh Banjarmasin. Dinamika kesehatan. Diperoleh pada tanggal 1 juni 2019 dari http//ojs.dinamikakesehatan.stikessarimulia.ac.id/index.php.dksm/article/view/146/120.

Alwisol. (2009). Psikologi keperibadian. Malang: UMM Press.

Amalia, F., Irawan, E. & Okatiranti. (2017). Hubungan self efficacy dengan perawatan diri lansia hipertensi. Jurnal keperawatan BSI. Diperoleh pada tanggal 1 juni 2019 dari https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php./jk/article/view/2631.

Ayu, D.S., Renanita, T. & Setiawan, J.L. (2017). Hubungan antara dukungan orang tua dan dukungan pasangan dengan resilience of eicacy pada pramugari. Psychopreneur Journal. Diperoleh pada tangga 30 mei 2019 dari https://journal.uc.ac.ic/index.php/psy/article/view/355.

Dewi, M. Y., Dewi. W. N., & Herlina. (2018). Self efficacy pasien penyakit jantung koroner setelah percutaneous coronary intervention. Diperoleh tanggal 11 Februari 2018 di https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK/article/viewFile/23064/22329.

Dwidiyanti, M., Margawati, A., & Noorratri, E.D. (2016). Faktor yang mempengaruhi efikasi diri pada pasien TB paru. Jurnal of nursing and health. Diperoleh pada tanggal 31 Mei 2019 dari http://jurnal.akperyakpermas.ac.id/index.php/jnh/article/download/7/7.

Feist, G. J. & Feist, J. & Roberts, T.A. (2017). Teori kepribadian edisi 8 jilid 2. Jakarta: Salemba Humanika.

Feist, G. J. & Feist, J. (2008). Theories of personality. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hamidah & Herdianto, Y. (2014). Hubungan self-efficacy dengan perilaku sehat pada penderita jantung koroner. Jurnal Psikologi Klinis dam Kesehatan Mental. Diperoleh pada tanggal 27 Januari 2019 dari http://journal.unair.ac.id/JPKK@hubungan-antara-self-efficacy-dengan-perilaku-sehat-pada-penderita-jantung-koroner-article-8778-media-51-category-10.html.

Hutagalung, R.U., Mardiyah, A. & Susilaningsih, S. (2014). Kualitas hidup pasien pascaintervensi koroner perkutan. Jurnal Keperawatan Padjadjaran. Diperoleh tanggal 30 Januari 2019 dari http://www.jkp.fkep.unpad.ac.id/index.php/jkp/articleview/192.

Indrawati, L. (2014). Hubungan antara pengetahuan, sikap, persepsi, motivasi, dukungan, keluaraga dan sumber informasi pasien penyaikit jantung koroner dengan tindakan pencegahan sekunder faktor resiko (studi kasus di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta). Jurnal ilmiah WIDYA. Diperoleh pada tanggal 1 juni 2019 ddari https://e-journal.jrwidyakop3.com/index.php/jurnal-ilmiah/ article/view/192

Karunia, E. (2016). Hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirian activity of daily living pascastroke. Jurnal berkala epidemiologi vol 4 no 2. Diperoleh tanggal 30 Mei 2019 dari https://e-journal.unair.ac.id/JBE/article/viewFile/%202147/2462

Kementrian Kesehatan. (2013). Riset kesehatan dasar. Jakarta: Balitbangkes Kementrian Kesehatan RI.

Lutfa, U., Maliya, A. (2008) Faktor faktor yang mempengaruhi kecemasan pasien dalam tindakan kemotrapi di Rumah Sakit DR.MOEWARDI Surakarta. Berita ilmu keperawatan vol 1 nomor 4. Diperoleh pada tanggal 19 Juni 2019 dari http://journals.ums.ac.id/index.php/BIK/article/download/3733/2403

Pratiwi, H. (2009). Social support pada lansia penderita jantung koroner. Diperoleh pada tanggal 1 Juni 2019 dari http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/14541/09E00847.pdf?sequence=1&isAllowed=y

Price, S.A. & Wilson, L.M. (2012). Patofisiologi: Konsep klinis proses-proses penyakit. Jakarta: EGC.

Shoufiah, R.,& Noorhiday, N. (2017). Efikasi diri berhubungan dengan kualitas hidup pasien penyakit jantung koroner. Diperoleh pada tanggal 11 Februari 2019 di http://husadamahakam.poltekkes-kaltim.ac.id/ojs/index.php/Home/article/view/117/129

Sullivan, M. D., LaCroix, A. Z., Russo, J. & Katon, W.J. (1998). Self efficacy and self-reported funtional status in coronary heart disease: A Six-Month Prospective Study. Diperoleh pada tanggal 30 Januari 2019 dari https://journals.lww.com/psychosomaticmedicine/Abstract/1998/0700/Self_Efficacy_and_Self _Reported_Functional_Status.14.aspx

Wahyuni, S., & Dewi, C. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan efikasi pasien pasca stroke: studi cross sectional di RSUD Gambira Kediri. Jurnal Wiyata Vol 5 No 2. Diperoleh pada tanggal 1 Juni 2019 dari file:///C:/Users/Qodry%20Alamsyah%20Lubis/Downloads/214-587-1-PB%20(1).pdf

Wantiyah. (2010). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi efikasi diri pasien penyakit jantung koroner dalam konteks asuhan keperawatan di RSD dr. Soebandi Jember. Doperoleh pada tanggal 3 Desember 2018 di http://lib.ui.ac.id/detail?id=137273&lokasi=lokal

World Health Organization. (2017). Cardiovascular Disease. Diperoleh tanggal 30 Januari 2019 dari http//www.who.int/.




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/jni.11.1.65-74

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Ners Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.