PENGARUH AKUPRESUR TERHADAP PRODUKSI AIR SUSU IBU (ASI)

Aydia Suci Wulandari, Oswati Hasanah, Febriana Sabrian

Abstract


Produksi ASI yang sedikit dapat mengganggu proses menyusui. Akupresur adalah salah satu tindakan alternatif meningkatkan produksi ASI. Penekanan oleh akupresur berpengaruh dalam proses stimulasi hormon prolaktin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akupresur terhadap produksi air susu ibu (ASI). Desain penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan rancangan non-randomized control group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru dari tanggal 26 Maret 2019 sampai 12 April 2019 pada jam 08.45am-11.45am. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling dengan jumlah 34 orang responden, yang dibagi menjadi 17 kelompok eksperimen dan 17 kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan akupresur selama 3 hari, satu hari dilakukan 2 sesi dalam waktu 15 menit. Untuk melihat produksi ASI peneliti menggunakan lembar observasi yang terdiri dari indikator produksi ASI. Hasil penelitian ini menggambarkan ibu berusia 20-35 tahun (88,2%), sebagian besar berpendidikan SMA (47,1%), sedangkan profesi bekerja dan tidak bekerja sama besar (50,0%). Hasil analisis uji Mann-Whitney dengan p value 0,000 < α (0,05), yang bermakna ada pengaruh akupresur terhadap produksi ASI. Selanjutnya, uji Wilcoxon pada kelompok eksperimen menunjukkan p value < α (0,05), pada kelompok kontrol p value > α (0,05), bermakna bahwa akupresur dapat meningkatkan produksi ASI sebesar 3,00 poin. Berdasarkan hasil penelitian ini, akupresur pada titik ST 15, ST 16 dan LI 4 dapat direkomendasikan bagi ibu menyusui untuk meningkatkan produksi ASI.

Keywords


Akupresur; Hormon Prolaktin; Produksi ASI

Full Text:

PDF

References


Ariani. (2009). Ibu susui aku. Bandung: Khazanah Intelektual

Astutik, R.Y. (2014). Payudara dan laktasi. Jakarta: Salemba Medika

Bahriyah, F., Putri, M., & Jaelani, A. K. (2017). Hubungan pekerjaan ibu terhadap pemberian asi eksklusif pada bayi di wilayah kerja puskesmas sipayung. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 2(2), 113-118. Diperoleh tanggal 02 Mei 2019 http://ejournal.kopertis 10.or.id/index.php/endurance/article/view/1699

Cholifah, S., Setyowati, H., & Mareta, R. (2014). Akupresur pada ibu menyusui meningkatkan kecukupan asupan asi bayi di kecamatan mungkid tahun 2014. Jurnal Keperawatan Maternitas, 3(2), 111-117. Diperoleh tanggal 01 Desember 2018 dari https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/ JKMat/article/view/4035

Cuningham, 2016. Obstetri Williams. Jakarta: EGC.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau (2018). Profil Kesehatan Provinsi Riau Tahun 2018.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau. (2016). Profil kesehatan provinsi riau tahun 2015. Diperoleh tanggal 18 Januari 2019 dari http://www.depkes.go.id/downloads/ PROFIL_KES_PROVINSI_2015/04_RIAU_2015.pdf.

Djanah, N., & Muslihatun, W. N. (2015). Akupresur terhadap produksi asi pada ibu post partum. Jurnal Photon, 8(01), 73-77. Diperoleh tanggal 02 Desember 2018 dari http://ejurnal.umri.ac.id/index.php/photon/article/view/533

IDAI. (2010). Indonesia Menyusui. Badan Penerbit IDAI Kemenkes RI. (2012). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif. Profil kesehatan Indonesi 2012. Jakarta: Kementrian kesehatan republic Indonesia

Kemenkes RI. (2017). Profil Kesehatan Indonesia 2016. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta

Khasanah, N. (2011). ASI atau susu formula ya?. Yogyakarta: Flashbooks

Kristiyanasari, W. (2011). Asi, menyusui dan sadari.Yogyakarta: Nuha Medika

Mardiyaningsih,E. (2010). Efektifitas kombinasi teknik marmet dan pijat oksitosin terhadap produksi asi ibu post section caersarea dirumah sakit wilayah jawa tengah. Tesis Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Diperoleh 2 Mei 2019 dari http://lontar.uir.ac.id/file ?file=digital/20282685-T%20Enok%20 Nurliawati .pdf

Murtie, A. (2013). Kupas tuntas pengobatan tradisional. Yogyakarta: Trans Idea Publishing

Potter, P .A., & Perry, A.G. (2010). Buku ajar fundamental keperawatan. Jakarta: Salemba medika

Raharjo, B. B. (2014). Profil dan peran bidan dalam praktik inisiasi menyusu dini dan asi eksklusif. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1, 53-54. Diperoleh dari 02 Mei 2019

Rahayu, D., Santoso, B., & Yunitasari, E. (2015). Produksi asi ibu dengan intervensi acupresure point lactation dan pijet oksitosin (The difference in breastmilk production between acupresure point for lactation and oxytocin massage). Jurnal ners, 10 (1). Diperoleh tanggal 02 Desember 2018 dari http://e-journal.unair.ac.id/ index.php/JNERS/art icle/view/1852

Rejeki, S. (2010). Studi fenomenologi: pengalaman menyusui eksklusif ibu bekerja di wilayah Kendal Jawa Tengah. Nurse Media Journal of Nursing, 2(1). Diperoleh Tanggal 19 Mei 2019 dari https://ejournal.undip. ac.id/index.php/medianers/article/view/734

Setiadi. (2013). Konsep dan praktik penulisan riset keperawatan (Edisi 2). Yogyakarta: Graha Ilmu

Susilawati, F., & Halim, A. (2018). Pengaruh pemberian aroma terapi rose dan akupresur pada ibu menyusui pasca saesar caesarea terhadap kecukupan asi pada bayi. Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik, 14(1), 59-67. Diperoleh tanggal 01 Mei 2019 http://www.ejurnal.poltekkestjk.ac.id/in dex.php/JKEP/article/view/ 1009

Wadud, M.A. (2013). Hubungan umur ibu paritas dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi berusia 0-6 bulan di Puskesmas Pembina Palembang. Jurnal Poltekes Palembang. Diperoleh dari 01 Mei 2019

Ward, J., Clarke, R., Linden, R. (2009). At a glance fisiologi. Jakarta: Erlangga

Wijayanti, K., Wijayanti, F. A., & Nuryanti, E. (2013). Gambaran faktor-faktor risiko postpartum blues di wilayah kerja puskesmas blora. Jurnal Kebidanan, 2(5), 57-64. Diperoleh tanggal 02 Mei 2019 http://ejournal.poltekkes-smg.ac. id/ojs/ index.php/jurkeb/article/view/ 107

Wong, F. (2012). Panduan lengkap pijat. Jakarta: Penebar Plus




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/jni.10.1.51-60

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Ners Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.