HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES BELAJAR DENGAN KECANDUAN GAME ONLINE PADA REMAJA DI SMK NEGERI 2 JEMBER

M. Anugrah Maulana, Erti I. Dewi, Kholid Rosyidi M. N

Abstract


Perilaku seseorang yang secara terus – menerus untuk bermain game online dapat mengganggu produktivitas remaja seperti menggangu pola tidur, menghabiskan uang saku sekolah, berubahnya emosional yang mengakibatkan peran konflik, membolos sekolah untuk bisa bermain game online. Prevalensi angka kecanduan game online pada remaja dari tahun ke tahun meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres belajar dengan kecanduan game online. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi ini menggunakan siswa laki-laki di SMK Negeri 2 Jember berjumlah 2.192, yang kemudian dihitung menggunakan teknik stratified random sampling proporsional (CI: 95%), dan responden adalah 198. Educational Stress Scale Adolescent (ESSA) menggunakan skala likert dengan nilai reliabilitas a = 0,785 ditemukan 16 item valid. Kuesioner Indonesian Online Game Addiction Questionnaire menggunakan skala likert dengan nilai reliabilitas a = 0,73 ditemukan 7 item valid. Uji etik penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Jember, dengan nomor: No. 747 /UN25.8 / KEPK / DL / 2019. Analisis data yang digunakan adalah tes Spearman (CI: 95%). Korelasi antara tingkat stres belajar dengan kecanduan game online (p = 0,000; a <0,05 dan r = 0,283), Stres belajar berhubungan dengan kecanduan game online karena tujuan remaja bermain game online agar melarikan diri dari masalah seperti tuntutan belajar yang dinilai berat, bosan dalam belajar dan tugas yang banyak dapat menyebabkan stres belajar. Sebagai perawat komunitas harus dapat meningkatkan upaya promotif dan preventif mengenai dampak dari kecanduan game online serta cara pencegahannya agar para remaja yang mengalami stress belajar dapat meminimalisir resiko kecanduan game online.


Keywords


Stres Belajar; Kecanduan Game Online; Remaja

Full Text:

PDF

References


Abebe, A. M., Y. G. Kebede, dan F. Mengistu. 2018. Prevalence of stress and associated factors among regular students at debre birhan governmental and nongovernmental health science colleges north showa zone, amhara region, ethiopia 2016. 2018

Abrianti, R. S. 2012. Perbedaan Tingkat Stres Belajar Siswa Full Day Scholl dan Siswa Reguler SMAN Se-Kota Malang.

Ang, R.P. Huan, V.S. dan Braman OR. (2007). Factorial Structure and Invariance of the Academic Expectations Stress Inventory Across Hispanic and Chinese Adolescent Samples. Child Psychiatry Hum Dev, Vol. 38, Hal. 73–87.

Aryani, F. 2016. Stres belajar suatu pendekatan dan intervensi konseling. Makassar: Edukasi Mitra Grafika.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). 2017. Penetrasi dan perilaku pengguna internet indonesia. Diakses pada tanggal 11 November 2019 diunduh dari http;//apjii.or.id/survei/2017

Azwar, S. 2009. Penyusunan skala psikologi edisi 1. Yogyakarta: Pustaka Belajar

Barseli, M., I. Ifdil, dan N. Nikmarijal. 2017. Konsep stres akademik siswa. 5(2005):143–148.

Cahyaningtyas, M. D. 2018. Hubungan frekuensi konsumsi minuman berkalori dengan status gizi pada siswa di SMA Negeri 5 Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Data Pokok Pendidikan Dasar Dan Menengah (Dapodik). 2019. SMKN 2 JEMBER. Diakses pada 5 November 2019 diunduh https://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/sekolah/7167C3AE09F6A5F0A8FC

Flageo, J. A. 2015. Profil Para Gamers Di Kota Pekanbaru (Studi Tentang Perubahan Sosial Penggemar Game Online Di Warnet Markas Net Jl. Durian, Pekanbaru). Jom FISIP Vol. 2 No.2 Oktober 2015

Fitria, R.D. 2017. Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII Di SMP Negeri 28 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2016/2017. Universitas Lampung

Griffiths, M. D. dan H. M. Pontes. 2016. Online Addictions: Conceptualizations . 1–14.

Handiwijaya, K. 2015. Efikasi Diri Sebagai Moderator Hubungan Antara Harapan Akademik, Prokrastinasi, Dan Stres Akademik. Universitas Negeri Semarang

Jap, T., S. Tiatri, E.S. Jaya, & M.S. Suteja. 2013. The development of indonesian online game addiction questionnaire. 8(4):4–8.

Lee, Changho dan Ocktae Kim. 2016. Predictors of online game addiction among korean adolescents.Addiction Research and Theory. 6359.

Masturoh, I. dan N. T. Anggita. 2018. Metode penelitian kesehatan. Bahan AJar Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan. 1–307.

Masya, H. dan D. A. Candra. 2016. Faktor faktor yang mempengaruhi kecanduan game online. 03(1):153–169.

Notoatmodjo,S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurazmi Anita, Elita Veny, D. W. N. 2017. Hubungan kecanduan bermain game online terhadap regulasi emosi pada remaja anita. (51575289):3–6.

Nurdilla, N., Arneliwati, dan V. Elita. 2018. Hubungan kecanduan bermain game online dengan kualitas tidur remaja. JOM FKp. 5(2):120–126.

Nurazmi, A., Elita, V., & Dewi, W.N. 2018. Hubungan kecanduan bermain game online terhadap regulasi emosi pada remaja. Fakultas Keperawatan. Universitas Riau.

Nursalam. 2015. Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Nursalam. 2017. Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan praktis edisi 4. Jakarta: Salemba Medika.

Pang, Shirlene. 2017. Correlates of online game play motivations , social anxiety and psychological distress. Game Play, Social Anxiety and Distress.46(11):443–446.

Phainel Jhonly Piyeke, Hendro Bidjuni, F. W. 2014. Hubungan tingkat stres dengan durasi waktu bermain game online pada remaja di manado. Jurnal Universitas Sam Ratulagi. (2)

Pitaloka, A. A. 2013. Perilaku Konsumsi Game Online pada pelajar (studi fenomenologi tentang perilakukonsumsi game online pada pelajar di kelurahan gemolong, kabupaten sragen tahun 2013). Universitas sebelas maret.

Rahmadina, A., Ardiyanti, M. G. 2014. Hubungan Antara Kecanduan Game Online dengan Keterampilan Sosial pada Remaja. Universitas Gadjah Mada.

Rahmat, A. 2014. Hubungan kecanduan game online dengan keterampilan sosial remaja di 4 game centre di kecamatan klojen kota malang. Skripsi Psikologi. 1–133.

Ridwan, S. 2015. Ketergantungan online game dan penanganannya. 1:84–92.

Safitri, E. 2019. Efektifitas Progressive Muscle Relaxation Dalam Mengatasi Stres Belajar Pada Peserta Didik Di Ma Alhikmah Bandar Lampung.

Sastroasmoro, S. dan Ismael, S. 2014. Dasar – Dasar Metodelogi Penelitian Klinis. Jakarta: Sagung Seto.

Septiana, P., dan Irwanto. 2018. Hubungan durasi tidur dengan kejadian obesitas pada anak usia 3 – 8 tahun. Global Medical and Health Communication.6(47):63–67.

Suryanto, R. N. 2015. Dampak Positif dan Negatif Permainan Game Online Dikalangan Pelajar. Bina Widya Simpang Baru.

Susanto, R. E. 2010. Dampak Game Online pada Kalangan Mahasiswa. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Tan, J. B dan Yates, S. (2011). Academic Expectations as Sources of Stress in Asian Students. Social Psychology Education, Vol. 14, Hal. 389-407.

Taylor, Shawn., S.P. Angkoon., S. Sirirat., dan D. Woods. 2017.

The theoretical underpinnings of internet addiction and its association with psychopathology in adolescence. International Journal of Adolescent Medicine and Health. 1–7.

World Health Organization (WHO). 2018. Gaming Disorder. Diunduh dari https://www.who.int/features/qa/gaming-disorder/en/

Wulan, Dwi K. 2012. Faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku merokok pada remaja. 2(3):504-511.

Wulandari, R. 2015. Fakultas psikologi universitas bina darma palembang 2015. Fakultas Psikologi Universitas Bina Darma Palembang. 000:1–11.




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/jni.11.1.1-15

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Ners Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.