PENGARUH RENDAMAN KAKI DENGAN AIR HANGAT DAN AROMA TERAPI LAVENDER TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI PRIMER

Ilham Kurniadi, Wasisto Utomo, Febriana Sabrian

Abstract


Penderita hipertensi secara global terus mengalami peningkatan yang membutuhkan perhatian khusus karena dapat menyebabkan kematian. Penatalaksanaan dengan mengkonsumsi obat-obatan dalam jangka panjang dapat menimbulkan resiko sehingga penerapan terapi komplementer sebagai terapi alternatif yang praktis dan efisien dapat menjadi pilihan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan Tekanan Darah (TD) penderita hipertensi primer yang diberikan rendam kaki air hangat dan aromaterapi lavender. Metode pada penelitian ini Quasy experiment model pendekatan Non-Equivalent control group. Penelitian dilakukan di Puskesmas Rejosari, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 34 responden yaitu grup intervensi dan kontrol. Grup eksperimen diberikan rendam kaki air hangat dan aromaterapi lavender selama 15 menit dalam waktu 6 hari, pada grup kontrol tidak diberikan intervensi. Pengukuran TD dilakukan pre dan post diberikan terapi. Alat pengumpul data menggunakan lembar observasi dan sphygmomanometer digital. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji dependent t test dan independent t test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan TD sistolik pada kelompok eksperimen sebesar 2,68 mmHg dan penurunan TD diastolik sebesar 1,68 mmHg. Hasil uji statistik diperoleh penurunan TD pada grup eksperimen dengan p value 0,000 (p<0,05) Hasil uji statistik mean TD sistol post intervensi pada grup eksperimen dan kontrol diperoleh p value 0,023 (p<0,05) dan mean TD diastol post intervensi pada grup eksperimen dan kontrol diperoleh p value 0,008 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendam kaki air hangat dan aromaterapi lavender dapat menurunkan TD penderita hipertensi primer. Terapi rendam kaki air hangat dan aromaterapi lavender dapat menjadi terapi alternatif untuk menurunkan TD pada penderita hipertensi primer

Keywords


Aromaterapi Lavender, Hipertensi, Rendam Kaki Air Hangat, Tekanan Darah

Full Text:

PDF

References


Alikin, A., Nuraeni A, & Supriyono (2014). Pengaruh Back Massage Dengan Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi di Desa Kedungsari Kecamatan Ringinarum. Skripsi (tidak dipublikasikan). Pekanbaru: Universitas Riau

Batjun, M.T. (2015). Pengaruh rendam kaki air hangat terhadap penurunan Tekanan darah Pada Lansia penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kebun Jeruk Jakarta Barat. Jurnal keperawatan.http://digilib.esaunggul.ac.id/UEU.diakses. 05 Oktober (2016).

Dasna, Utami, T., & Arneliwati. (2017). Efektifitas Terapi Aroma Bunga Lavender (Lavandula Angustifolia) Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Klien Infark Miokard. Skripsi (tidak dipublikasikan). Pekanbaru: Universitas Riau

Destia, D., Umi, A & Priyanto. (2014). Perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan hidroterapi rendam hangat pada penderita hipertensi di Desa Kebondalem Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. diperoleh dari http://eprints.undip.ac.id330021Fauzia.pdf.

Fauci, Braunwald, Kasper, Hauser, Longo, Jameson & Loscalzo. (2012). Harrison’s principles Of Internal Medicine. Tangerang Selatan: Karisma Publishing Group

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Diakses pada bulan 25 Oktober 2017 dari http://labdata.litbang.depkes.go.id/riset-badan-litbangkes/menu-riskesnas/menu-riskesdas/374-rkd-2013.

Kementrian Kesehatan RI. (2014). Profil Kesehatan Indonesia 2013. Jakarta: Kemenkes RI.

Kim, M & Yun, J. K. (2010). Effects of Aroma Inhalation on Blood Pressure, Pulse, Visual Analog Scale, and Mc Nair Scale in Nursing Students Practicing Intravenous Injections at the First Time. International Journal of Advanced Science and Technology. Volume 23.

Kozier, E., Berman., & Snyder. (2010). Buku ajar fundamental keperawatan: Konsep, Proses & Praktik, Edisi 7. Jakarta: EGC

Lalage & Zerlina. (2015). Hidup sehat dengan terapi air. Yogyakarta: Abata Press.

Tao, L. & Kendall, K. (2013). Sinopsis Organ Pulmonologi: Pendekatan dengan Sistem Terpadu dan Disertai Kumpulan Kasus Klinik, diterjemahkan oleh Gunardi, S., Hartono, A., Gunawijaya F., A. Angerng & Widowati H., 171-201, Karisma Publishing Group, T.

Tortora, G. J & Derrickson, B. H. (2009). Principles of anatomy and physiology: maintenance and continity of the human body, Twelfth Edition, Volume 2. Hoboken: John Wiley & Sons.

U.S. Departemen Of Health and Human Services. (2016). Health, United States, 2015 With Spesial Feature on Racial and Ethnic Health Disparities. Washington DC: U.S. Departemen Of Health and Human Services. Diakses tanggal 23 April dari 2017https://www.cdc.gov/nchs/data/hus/hus15.pdf.

Ulya, M. (2017). Pengaruh Merendam Kaki dengan Air Hangat dan Inhalasi Aromateraterhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi di Desa Brabo Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Diperoleh pada tanggal 18 Januari 2018 dari http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/36731.

Walsh, M. E., Debra, R & Tisha, J. (2011). Integrating Complementary and Alternative Medicine: Use of Essentials Oils in Hypertension Management. Journal of Vascular Nursing: Volume 29 No. 2.

World Health Organization. (2013). Who 1 miliar orang didunia alami hipertensi, Diakses pada tanggal 8 April, 2013 dari https://www.voaindonesia.com




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/jni.12.2.186-195

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Jurnal Ners Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.