HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN BODY IMAGE PADA REMAJA

Febryani Zuvita, Arneliwati Arneliwati, Fathra Annis Nauli

Abstract


Penelitian ini mengidentifitasi hubungan sosial teman sebaya dengan body image pada remaja di SMAN 8 Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 80 responden siswa kelas XI dengan teknik random sampling. Instrumen pada penelitian adalah kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menggambarkan bahwa mayoritas responden berusia 17 tahun sebanyak (47,5%), jenis kelamin perempuan (72,5%), dukungan sosial teman sebaya kategori tinggi (56,2%), dan body image pada kategori positif (58,8%). Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil uji statistik menghasilkan p value (0,000) < alpha (0,05) maka disimpulkan ada hubungan signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan body image pada remaja. Hasil penelitian ini menyarankan remaja untuk memberi dukungan sosial teman sebaya kepada remaja-remaja yang memiliki body image negatif untuk tetap merasa puas terhadap body image mereka


Keywords


Body image, dukungan sosial teman sebaya, remaja

Full Text:

PDF

References


Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2012). Pengantar gizi masyarakat. Jakarta: Kencana.

Badan Pusat Statistik Pekanbaru. (2017). Informasi kota Pekanbaru. Diperoleh tanggal 18 November 2018, dari http://bappeda.pekanbaru.go.id.

Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. (2016). Penduduk menurut jenis kelamin dan kelompok umur Provinsi Riau, 2011-2016. Diperoleh tanggal 18 November 2018, dari https://riau.bps.go.id.

Budiarti, F,T., Herlina., Hasneli, Y. (2016). Hubungan dukungan sosial terhadap karakter remaja. Skripsi (tidak dipublikasikan). Pekanbaru: Universitas Riau.

Cicchetti, D. (2016). Developmental psychopathology third edition: theory and method. Vol.1.USA: Wiley.

Damaiyanti, I., & Iskandar. (2012). Asuhan keperawatan jiwa. Bandung: PT Refika Aditama.

Davisca, O. A. (2016). Perbedaan body image ditinjau dari tahap perkembangan (remaja dan dewasa awal) dan jenis kelamin (perempuan dan laki-laki) di kelurahan banyumanik kecamatan banyumanik kota semarang. Diperoleh tanggal 13 Mei 2019, dari http://digilib.esaunggul.ac.id.

Denich, A. U., & Ifdil. (2015). Konsep body image remaja putri. Jurnal Konseling dan Pendidikan. Diperoleh tanggal 13 Desember 2018, dari http://jurnal.konselingindonesia.com.

Denich, A. U., Ifdil., Ilyas, A. (2017). Hubungan body image dengan kepercayaan diri remaja putri. Diperoleh tanggal 13 Mei 2018, dari http://jurnal2.um.com.

Grogan, S. (2017). Body image: understanding body dissatisfaction in men, women and children. Third Edition. New York: Routledge.

Hamidea, K. N., Kusuma, F. H. D., & Widiani, E. (2017). Hubungan antara citra raga dengan harga diri pada remaja awal di madrasah tsanawiyah muhammadiyah 01 malang. Jurnal Nursing News. Diperoleh tanggal 05 Desember 2018, dari http://publikasi.unitri.ac.id.

Hasmalawati, N. (2017). Pengaruh citra tubuh dan perilaku makan terhadap penerimaan diri pada wanita. Jurnal Psikoislamedia. Diperoleh tanggal 18 Juni 2019, dari http://jurnal.ar-raniry.ac.id.

Irdianty, M. S., & Hadi, R. (2018). Hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan citra tubuh (body image) siswi usia sekolah dengan menarche di kecamatan sale. Diperolehtanggal 19 Maret 2019, dari http://unimus.ac.id.

Jahya, Y. (2011). Psikologi perkembangan. Edisi Pertama. Jakarta: Kencana.

Kemenkes, RI. (2015). Situasi kesehatan reproduksi remaja. Jakarta: Kemenkes RI diperoleh tanggal 11 November 2018, dari https://www.depkes.go.id.

Kendall-Tackett, K. A., & Ruglass, L. M. (2017). Women’s mental health across lifespan challanges, vulnerabilities, and strengths. New York: Routledge.

King, L., A. (2014). Psikologi umum: sebuah pandangan apresiasif. Jakarta: Salemba medika.

Kumalasari, F., & Ahyani, L. N. (2012). Hubungan antara dukungan sosial dengan penyesuaian diri remaja dipanti asuhan. Diperoleh tanggal 28 Juni 2019, dari http://jurnal.umk.ac.id.

Laporan Guru Kurikulum. (2019). Data jumlah peserta didik. Pekanbaru: SMAN 8 Pekanbaru. Diperoleh pada tanggal 11 Februari 2019, dari komunikasi pribadi.

Laporan Perawat Komunitas. (2019). Kasus gangguan body image pada siswa. Pekanbaru: SMAN 8 Pekanbaru. Diperoleh pada tanggal 16 April 2019, dari komunikasi pribadi.

Levenson, J. L. (2011). The american psychiatric publising texbook of psychomatic medicine psychitric care of the medically ill. New York: American Psychiatric Association Publishing.

Mardalena, I. (2017). Dasar-dasar ilmu gizi konsep dan penerapan pada asuhan keperawatan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Meriyanto., Yudiernawati, A., & Sutriningsih, A. (2017). Hubungan gambaran tubuh (body image) dengan perkembangan sosial pada remaja di smk pgri 3 malang. Diperoleh tanggal 13 Mei 2019, dari http://publikasi.unitri.ac.id.

Muhith, A. (2015). Pendidikan keperawatan jiwa (teori dan aplikasi). Yogyakarta: CV Andi OFFSET.

Mulia, L.O., Elita, V., & Woferst, R. (2014). Hubungan dukungan sosial teman sebaya terhadap tingkat resiliensi remaja dip anti asuhan. Diperoleh tanggal 13 Mei 2019, dari http://jom.unri.com.

Papalia, D. E., Olds, S. W., Feldman, R. D. (2009). Human development (psikologi perkembangan). Edisi 9. Jakarta: Kencana.

Pieter, H. Z., Janirwati, B., & Saragih, M. (2011). Pengantar psikologi untuk keperawatan. (Edisi 1). Jakarta: Kencana.

Priyatna, A. (2011). My little angel: membahas topik-topik yang wajib diketahui seputar parenting anak perempuan. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Romansyah, M., & Natalia, D. (2012). Gangguan body image dihubungkan dengan aktivitas olahraga pada mahasiswa obesitas. Diperoleh tanggal 25 Mei 2019, dari http://jurnalstikes.co.id

Rosyada, D. (2017). Madrasah dan professionallisme guru dalam arus dinamika pendidikan islam di era otonomi daerah. Edisi Pertama. Depok: PT. Kharisma Putra Utama.

Samosir, D.T.P., & Sawitri, D.R. (2015). Hubungan antara citra tubuh pengungkapan diri pada remaja awal kelas VII. Jurnal Empati. Diperoleh pada tanggal 18 Juni 2019, http://ejournal3.undip.ac.id.

Sarafino, E., & Smith, T. (2011). On overview of psychology and health. Health Psychology; Biopsycosocial Interactions, 1-28. Diperoleh tanggal 19 Maret 2019, dari https://books.google.co.

Setiadi. (2013). Konsep dan praktek penulisan riset keperawatan. Edisi 2. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Setiawan, H. H. (2018). Reintegrasi praktek pekerjaan social dengan anak yang berkonflik dengan hukum. Yogyakarta: Deepublish.

Susanto, A. (2018). Bimbingan dan konseling di sekolah, konsep teori dan aplikasinya.

Jakarta: Prenadamedika Group.

Survei Penduduk Antar Sensus (2015). Profil penduduk Indonesia hasil supas 2015. Diperoleh tanggal 18 November 2018, dari http://www.bps.go.id.

Triningtyas, D. A. (2017). Sex education. Jawa Timur: CV. AE Media Grafika.

Widyastutik, R., Kartini, S.M., & Agustin, R. W. (2011). Perbedaan psychological weel-being ditinjau dari dukungan sosial pada remaja tunarungu yang dibesarkan dalam lingkungan asrama SLB-B Kota Wonosobo. Diperoleh pada tanggal 19 Maret 2019, dari http://jurnal.psikologi. ca.id.

World Health Organization. (2014). WHO child and adolescent health and development. Diperoleh tanggal 18 November 2018, dari https://www.who.int.




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/jni.12.2.177-185

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Jurnal Ners Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.