GAMBARAN FAKTOR RISIKO INSIDEN KANKER OVARIUM DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU

Trisia Agusweni, Yulia Irvani Dewi, Erwin Erwin

Abstract


Kanker ovarium dikenal sebagai silent killer karena pada stadium awal penyakit ini tidak menunjukkan gejala klinis yang spesifik. Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti akan tetapi berbagai faktor risiko diduga memiliki pengaruh terhadap timbulnya kanker ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor resiko terhadap insiden kanker ovarium di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian 88 responden (rekam medik) yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat untuk mengetahui gambaran distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan dari 88 responden sebanyak 63 responden (71,6%) tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker, stadium IIIC sebanyak 62 responden (70,5%), usia menarche 5-12 tahun sebanyak 70 responden (79,5%), 36 responden (40,9%) primipara, dan sebanyak 66 responden (75%) tidak ada riwayat memakai alat kontrasepsi, menggunakan alat kontrasepsi pil sebanyak 8 responden (9,1%) yang  lama pemakaian alat kontrasepsi selama 1 tahun sebanyak 7 responden (8%) dan 88 responden (100%) tidak mengkonsumsi obat subur. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan gambaran usia menarche 5-12 tahun, diharapkan kepada orang yang memiliki faktor resiko kanker ovarium untuk melakukan deteksi dini sebagai upaya pencegahan terhadap kanker ovarium.

Keywords


Faktor risiko; Kanker ovarium; Reproduksi

Full Text:

PDF

References


Ariani, S. (2015). Stop kanker. Yogyakarta: Istana Media

Aziz, M.F., Adrijono., & Saifuddin, A. B. (2010). Buku acuan nasional onkologi ginekologi. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana. (2017). Usia pernikahan ideal 21-25 tahun. Diakses tanggal 21 Mei 2019 dari https://www.bkkbn.go.id

Berraho, et al. (2012). Sociodemographic factors and delay in the diagnosis of cervical cancer in Morocco. Diperoleh tanggal 24 Mei 2019 dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles

Bodelon., et al. (2013). Hormonal risk factors and invasive epithelial ovarian cancer risk by parity. Diperoleh tanggal 18 Februari 2019 dari https://www.nature.com/articles/

Bray, F., et al. (2018). Global cancer statistics 2018: GLOBOCAN estimates of incidence and mortality worldwide for 36 cancers in 185 countries. CA. Diperoleh tanggal 3 Februari 2019 dari https://onlinelibrary.wiley.com

Buys, S. S., et al. (2011). Effect of screening on ovarian cancer mortality: the Prostate, Lung, Colorectal and Ovarian (PLCO) cancer screening randomized controlled trial. Diperoleh 12 Maret 2019 dari https://jamanetwork.com/journals

Departemen Kesehatan RI. 2018. Potret sehat Indoneisa dari riskesdas 2018. Jakarta: Depekes RI. Diperoleh pada 25 Januari 2019 dari http://www.depkes.go.id

Dhitayoni, I. A., & Budiana, I. N. G. (2017). Profil pasien kanker ovarium di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar-Bali Periode Juli 2013-Juni 2014. Diperoleh tanggal 20 Januari 2019 dari https://simdos.unud.ac.id

Johari, A. B., & Siregar, F. G. (2013). Insidensi kanker ovarium berdasarkan faktor risiko di RSUP Haji Adam Malik Tahun 2008-2011. Diperoleh 30 Januari 2019 dari https://jurnal.usu.ac.id

Karapanou, O., & Papadimitriou, A. (2010). Determinants of menarche. Reproductive Biology and Endocrinology. Diperoleh 4 Juni 2019 dari https://rbej.biomedcentral.com/articles

Kurta, et al. (2012). Use of fertility drugs and risk of ovarian cancer. Diperoleh tanggal 10 Juni 2019 dari http://cebp.aacrjournals.org/content

Ningsih.D.P.S., Pramono.D., & Nurdiati. D. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker serviks di rumah sakit Sardjito Yogyakarta. Diperoleh tanggal 23 Mei 2019 dari https://media.neliti.com/media/publications

Nurvinanda, R., Mulatsih, S., Hartini, S., & Nurjannah,I. (2019). Dukungan keluarga dalam merawat anak dengan thalassemia beta mayor. Diperoleh tanggal 20 Mei 2019 dari http://jurnalilmiah.stikescitradelima.ac.id

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta. Rineka Cipta. 2012.

Pangemanan. J., & Nelwan. J. (2012). Perilaku masyarakat tentang program pemberantasan penyakit dbd di kabupaten minahasa utara. Diperoleh tanggal 24 Mei 2019 dari https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php

Prawirohardjo, S. (2010). Buku acuan nasional pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Rasjidi, I. (2009). Deteksi dini dan pencegahan kanker pada wanita. Jakarta: Sagung Seto

Rasjidi,I., Muljadi,R., Cahyono,K. (2010). Imaging ginekologi onkologi. Jakarta: Sagung Seto

Rasmussen, E., et al. (2017). Parity, infertility, oral contraceptives, and hormone replacement therapy and the risk of ovarian serous borderline tumors. Diperoleh 5 Februari 2019 dari https://www.sciencedirect.com

Saydam. 2012. Waspadai penyakit reproduksi anda. Bandung: Reka Cipta.

Setiadi. 2013. Konsep dan praktik penulisan riset keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu

Setiati, A. (2009). Waspadai 4 kanker ganas pembunuh wanita. Yogyakarta: Andi

Smart, A. (2010). Kanker organ reproduksi. Yogyakarta: A+ Plus Book.

Schuler. S., Ponnath. M., Engel.J., & Ortman.O. (2013). Ovarian epithelial tumors and reproductive factors: a systematic review. Diperoleh tanggal 30 Mei 2019 dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov

Tsilidis, K., et al. (2011). Oral contraceptive use and reproductive factors and risk of ovarian cancer in the European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition. Diperoleh 15 Februari 2019 dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov

Urban, et al. (2012). Injectable and oral contraceptive use and cancers of the breast, cervix, ovary, and endometrium in black south

african women: case–control study. Diperoleh tanggal 26 Mei 2019 dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed

Vessey. M., & Yeates. D. (2013). Oral contraceptive use and cancer: final report from the oxford–family planning association contraceptive study. Diperoleh tanggal 28 Mei 2019 dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov

Wentzensen, N., et al. (2016). Ovarian cancer risk factors by histologic subtype: an analysis from the ovarian cancer cohort consortium. Diperoleh 17 Maret 2019 dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles

Word Cancer Research Fund. (2018). Ovarian Cancer Statisctics .

Yanti, D. A. M, & Sulistianingsih,A. (2015). Faktor determinan kanker ovarium di rumah sakit umum daerah abdoel moelok provinsi Lampung 2015. Diperoleh 20 Februari 2019 dari http://ejournal.umm.ac

Yulianti, I. S., (2014). Gambaran dukungan sosial keluarga dan kualitas hidup lansia dengan hipertensi di Puskesmas Citangkil Kota Cilegon. Diperoleh tanggal 21 Mei 2019 dari http://repository.uinjkt.ac.id/dspace




DOI: http://dx.doi.org/10.31258/jni.11.1.36-50

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Ners Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.